Posted by: smunandar | September 19, 2008

Mengukur Posisi Diri di Hadapan Allah S.W.T

Manakala anda ingin melihat posisi anda di sisiNya, maka lihatlah bagaimana Allah memposisikan dirimu (saat ini). Allah menjadikan makhluknya menjadi dua kelompok besar. Kelompok celaka dan kelompok bahagia. Saat ini dimana posisi anda diantara dua kelompok tersebut, apakah anda masuk dalam kelompok celaka yang paling celaka, atau kelompok bahagia paling bahagia. Lihatlah dan refleksikan dimana hati anda saat itu.
Read More…

Posted by: smunandar | September 10, 2008

Demi Waktu

Selama menjalani belajar di Sekolah Dasar, saya dibimbing oleh seorang guru agama yang itu-itu aja, dari kelas 1 sampai kelas 6. Ada satu hal yang unik ketika beliau mengajar, yaitu selalu diajarkan atau dibacakan QS. Al Ashr setiap kali mengajar, biasanya dibacakan ketika jam pelajaran agama islam selesai. Bacaan ini biasa dilantunkan berjamaah dengan suara tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu kecil. Karena dilakukan berjamaah dalam satu kelas, suaranya terdengar hingga di lingkungan luar sekolah. Orang yang mendengarnyapun kontan berkata, bahwa di kelas tersebut telah selesai pelajaran agama islam.

Read More…

Posted by: smunandar | July 19, 2008

Perbedaan Itu

Perkembangan yang mengkhawatirkan saat sekarang ini adalah perbedaan pendapat yang tajam antar kelompok yang diikuti oleh behaviour atau attitude yang kebablasan,mencaci maki suatu kelompok/individu, hujatan-hujatan mengerikan dengan istilah murtad, zionis atau yahudi, fundamentalis, garis keras atau teroris dan ucapan-ucapan lain yang tidak menghiraukan akhlaqul karimah, padahal masing-masing mengklaim sebagai bagian dari kelompok yang membela agama.

Sikap emosional memang sangat manusiawi dan bisa terjadi kepada siapapun, namun kita semua hendaknya bersabar karena ada kepentingan yang sangat besar yang tidak boleh dikorbankan yaitu ukhuwah islamiyah . Saya ingin sedikit merenung buat diri saya pribadi berdasarkan keterbatasan ilmu yang saya miliki, oleh sebab itu apa yang dikemukakan disini tentunya sangat mungkin banyak salahnya. Karena saya bukan ahli agama, yang tentunya tidak bisa dijadikan pegangan dalam mengambil keputusan oleh siapapun.

Read More…

Posted by: smunandar | September 20, 2007

Beautiful Islam

gaya-syahrul1_1.jpgAda sebuah kisah bernuansa kritik yang diceritakan pujangga sufi terkenal bernama Jalalludin al Rumi terhadap umat islam, Pada bagian kisah itu diceritakan bahwa salah seorang lelaki beragama kristen memberikan hadiah kepada seorang yg suka adzan di sebuah mesjid, karena suara adzan orang tersebut tidak enak dan tidak indah didengar oleh seorang perempuan yg merupakan calon istrinya, pernikahan mereka diambang kegagalan karena si perempuan tadinya berminat masuk islam tp ketika mendengar suara adzan dari seorang lelaki yg suaranya tidak bagus, si perempuan yg mendengar adzan tsb jd tidak tertarik masuk islam.
Read More…

Posted by: smunandar | July 6, 2007

Untuk Bahan Renungan

crim0015-2.jpgDunia dan Akhirat di Mata imam ‘Ali bin Abi Thalib ra. Diriwayatkan bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan berkata kepada Dharrar bin Dhumrah, “Lukiskanlah pekerti Ali bin Abi Thalib r.a. untukku.” “Lepaskan aku dari keharusan memenuhi permintaan ini, hai Amirul Mukminin,” pinta Dharrar. “Tidak, aku tidak akan melepaskanmu,” jawab Mu’awiyah. “Baiklah kalau begitu,” kata Dharrar lagi seraya melanjutkan, “‘Ali adalah seorang yang jauh pikirannya, amat kuat tubuhnya, singkat ucapannya, dan adil hukumnya. Selalu memilih yang amat sederhana untuk makannya dan yang amat kasar untuk pakaiannya. Tak pernah sudi akan dunia dan perhiasannya, merasa tenang dengan malam dan kegelapannya. Aku bersaksi telah melihatnya pada suatu ketika, pada saat malam menjulur­kan tirainya dan bintang-bintang mulai redup terbenam, ia berdiri di mihrabnya bagai tersengat ular berbisa, gelisah laksana se­orang yang sangat parah sakitnya, menangis tersedu-sedu memegangi janggutnya seraya berbisik, `Wahai dunia, bukan aku orangnya yang bisa kau perdayakan. Adakah untukku kau ber­hias? Atau, kepadaku kau mengharap? Tidak! Telah kuceraikan engkau dengan tiga kali talak hingga tak mungkin lagi kau kern­bali. Usiamu pendek, nilaimu rendah, tetapi bahayamu amat besar. Oh, betapa sedikitnya bekal, jauhnya perjalanan, dan sunyinya safar’ . . .!”

Mendengar itu, Mu’awiyah menangis menutupi wajahnya dengan lengan bajunya sambil menahan air mata sedapat-dapat­nya. Dia bergumam, “Semoga Allah merahmati Abu Al-Hasan.2 Demi Allah, sungguh ia sedemikian itu.” Menurut dugaan, berdasarkan beberapa keadaannya, Mu-awiyah tampaknya menyesali dirinya atas perbuatannya pada masa lalu menentang Imam ‘Ali kwj. dan memeranginya. Seperti juga penyesalan orang-orang lainnya yang telah menen­tangnya, seperti ‘A’isyah, Thalhah, dan Zubair radhiyailahu ‘anhum. Abdullah bin ‘Umar.ra amat menyesal karena tidak ikut berperang untuk membela ‘Ali.kwj Namun, semuanya itu adalah ketetapan Allah yang harus terlaksana. Semoga Allah Swt. meridhai sahabat Rasul semuanya.0 Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!! 1. Safar: perjalanan jauh. Yang melakukannya disebut musafir. 2. Abu Al-Hasan = ayahny Sayidina Hasan, panggilan untuk Sayyidina Ali r.a.

Sumber : Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra

Posted by: smunandar | July 6, 2007

Nasehat Untuk Hati, Agar Hati Selalu Ingat

crim0020-2.jpgSyahrul Munandar

Bahaya Waswas Ketika Beribadah dan Keharusan Menghindarinya Di antara hal-hal paling mudarat bagi seseorang kala sedang shalat, tilawah Al-Quran, dan zikir kepada Allah Swt. ialah waswas di dalam hati, banyaknya pikiran yang melintas, serta bisikan­-bisikan hati tentang segala sesuatu yang telah lalu maupun yang akan datang. Apabila hati tenggelam di dalamnya, pasti itu akan merusak hakikat ibadah-ibadah ini, maknanya, serta maksud yang dituju­nya. Mungkin pula akan merusak bentuk ibadah itu sendiri se­hingga seakan-akan orang tersebut tidak mengerjakannya sama sekali atau bahkan bisa menjadikan keadaannya lebih buruk lagi. Semua itu dapat diketahui oleh setiap orang yang memerhatikan serta mengalaminya, yang termasuk dalam kalangan orang­-orang yang selalu mementingkan urusan agamanya, memenuhi hak Allah, dan bersungguh-sungguh dalam menuju kebahagiaan akhiratnya.

Kemudian, sekiranya pikiran-pikiran yang melintas dan bisikan-­bisikan yang memenuhi hatinya itu berkaitan dengan amal ketaatan yang tak ada hubungannya dengan apa yang sedang dikerjakannya, hal itu pasti akibat tipu daya setan yang menge­labui manusia dan memperindah keburukan di tengah-tengah perbuatan kebajikan. Apabila hanya berkaitan dengan sesuatu yang termasuk mubah saja, keadaannya lebih buruk daripada yang sebelumnya. Lebih jauh lagi apabila hal itu berkaitan dengan perkara yang bersifat maksiat, tentunya hal itu lebih buruk dan lebih jahat. Ada kemungkinan hal itu justru akan menjauhkan seseorang dari hadirat Allah Swt. sehingga menjadikannya ter­masuk dalam lingkungan orang-orang yang dibenci dan terusir.

Oleh sebab itu, hendaknya setiap orang selalu bersikap was­pada dan jangan membiarkan dirinya terganggu oleh bisikan­-bisikan dan waswas yang tak ada gunanya, sementara ia sedang berdiri di hadapan Allah, menyebut nama-Nya, bermunajat kepada-Nya, dan bershalat demi keridhaan-Nya seraya membaca kitab suci-Nya. Firman Allah Swt.: Barang siapa berjihad, sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam. (QS Al-Ankabut [29]: 6) Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, mohonlah perlin­dungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Fushshilat [41] 35-36) Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!!

Sumber : Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra

Posted by: smunandar | March 26, 2007

Pantaskah ke Surga-Mu?

              Syahrul Munandar          Syahrul Munandar

Ibnu Mas’ud pernah menceritakan tentang betapa sederhananya kehidupan Nabi sbb : pernah suatu saat dia masuk ke rumah Nabi Muhammad SAW dan didapatinya Nabi sedang tidur berbaring diatas sepotong anyaman daun kurma yang meninggalkan bekas di pipi Nabi. Melihat hal itu, dengan sedih Ibnu Mas’ud bertanya “Ya Rasulullah, Apakah tidak baiknya aku mencarikan sebuah bantal untukmu ?”

“Tak ada hajatku untuk itu. Aku dan dunia adalah laksana seseorang yang sedang bepergian yang sebentar berteduh dikala hari sangat terik dibawah naungan sebuah pohon yang rindang, untuk kemudian berangkat lagi ke arah tujuan”, Jawab Nabi.

Dalam keseharian, Kita yang mengaku sebagai umat Rasulullah SAW kadang lebih suka hidup bermewah-mewah, tidur di kasur empuk dan seolah-olah akan hidup selama-lamanya. Sementara itu, kalau berbicara soal urusan dunia, kadang kita terlalu sibuk bekerja tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun atau berpuluh-puluh tahun tapi lupa untuk sibuk memenuhi kebutuhan di akhirat yang akan terjadi kekal selama-lamanya.

Kita juga sering terlena dan merasa sudah benar-benar menjalankan perintah agama dan sudah merasa akan masuk surga, hanya karena sudah sholat, zakat, puasa atau menunaikan ibadah haji. Padahal kalau kita hitung dengan karunia yg diberikan Allah SWT kepada kita berupa udara untuk bernafas, air untuk minum, tumbuh-tumbuhan untuk dimakan, telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, kaki untuk berjalan dan banyak nikmat lain yg tidak terhitung oleh kita, rasanya amalan yg kita lakukan masih jauh berkurang untuk membalas karunia yg Allah SWT berikan kepada kita. Lantas, apakah kita masih pantas menerima karunia yg lebih besar berupa surga?Rasanya tidak salah, kalau kita mengikuti apa yg di syairkan oleh Abu Nawas dalam Al- ITIROOF-nya

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah taubatku Wahai Pemilik Keagungan

Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

Semoga Allah SWT selalu meridhoi dan selalu memberikan ampunan kepada kita yang sering khilaf ini.

Wallahualam Bishowab.

Posted by: smunandar | March 8, 2007

Arah Hati

Created by Syahrul Munandar

Aku baru tahu ternyata selama ini hanya fisikku saja yg menghadap kiblat ketika sholat, tetapi hatiku sering melenceng dari menghadap Kiblat dan Allah SWT diwaktu sholat.

Ketika sholat, kadang hatiku berjalan ke meja kerja, ke rumah, ke tempat teman, ke pasar,ke jalan raya dan ke tempat2 yg tidak semestinya hati berjalan ketika Shalat. Kadang aku berfikir kenapa doaku tidak terkabul dan muncul bisikan syaitan yg terkutuk spy aku tidak usah berdoa lagi, Oh ternyata semua ini karena hatiku yg tidak menghadap kepada Tuhanku Allah SWT dikala berdoa.

Aku harus berhati-hati dan waspada dengan ARAH HATI yg menghadap dunia dan berpaling dari sang pencipta, karena aku harus hati-hati dikala suatu saat nanti hati ini diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT, seperti dalam firman-Nya QS Al-Isro’ : 36

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan-jawabnya.”

Ya Allah aku manusia lemah dan hina, yg begitu mudah terpengaruh oleh tipu daya dunia ini. Aku mohon petunjuk-Mu Ya Allah, Aku Mohon Ya Allah Kau pantulkan cahaya kebenaran-Mu , Kau pantulkan cahaya ilmu ke dalam hatiku, Kau beri petunjuk jalan yg lurus bagi hatiku, seperti halnya Kau tunjukkan jalan yg lurus pada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, para sahabat, para Auliya dan wali-wali Mu.

Ya Allah jauhkan aku dari golongan orang2 tersesat, orang2 yg merusak bumi ini karena sesungguhnya bumi ini adalah mesjid atau tempat sujud kepadamu seperti sabda junjungan kami :

“Bersabda Rosululloh SAW : Semua bumi itu adalah MASJID, kecuali kuburan dan WC “

Jika aku merusak bumi ini, itu berarti aku merusak mesjid-Mu Ya Allah, Ya Allah jauhkan kami dari bencana akibat kerusakan yg ada di muka bumi ini. Ampunilah kami semua Ya Allah, jangan engkau beri kami beban yg tak sanggup kami menanggungnya.

Walau berat aku berharap agar senantiasa berusaha untuk kembali melakukan PRESISI HATI ini hanya kepada-Mu, Ya Allah. Jadikan hati ini menjadi hati yg selalu berzikir kepada-Mu Ya Allah. Aminnnnnnn ya Robbal Alamin.

Posted by: smunandar | December 29, 2006

Benih Pasukan Dajjal di Rumah Kita

Thanks to Habib Munzir Al Musawa

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah, tanda-tanda hari kiamat telah banyak yang muncul dimukan bumi, dan lebih dari 200 hadits shahih mengabarkan tentang kemunculan Dajjal yang akan menebarkan kemungkaran di Barat dan timur, dan kemunculan Dajjal adalah sebelum kebangkitan Isa bin Maryam sebagaimana dijelaskan dalam bebrapa hadist dari shahihain, dan Dajjal akan menguasai seluruh dunia kecuali Makkah dan Madinah yang terjaga oleh para malaikat. Dajjal akan muncul sebagai pemimpin kekerasan, dan para pengikutnya tentunya orang-orang bengis dan kejam, pasukannya adalah pasukan penebar maut dan meluluh lantahkan dunia ini dengan kekejaman dan pembantaian bagi mereka yang menolak untuk beriman padanya.

Dajjal bukanlah diumpamakan oleh penafsiran kelompok liberal, yaitu berupa Negara adidaya, atau politikus dlsb, Dajjal adalah Makhluk yang buta sebelah matanya, demikian dijelaskan dalam Nash yang jelas pada Shahihain Buhkhari dan Muslim. Dajjal ini tentunya mempunyai pengikut, siapakah pengikutnya?, tentunya manusia, bisa dari keluarga kita, atau bisa dari keturunan kita, bisa dari tetangga kita, dan bisa dari golongan manapun dari keturunan Adam as, dan Dajjal ini muncul sebagai pembawa fitnah merusak Ummat Muhammad saw untuk tenggelam dalam kekufuran, Ketika kita meyakini bahwa dajjal akan muncul dengan pasukan dan “jamaahnya”, maka logika kita memahami bahwa kita harus waspada, siapakah kiranya calon pengikut dajjal ini?, kita memahami bahwa Dajjal ini Pemimpin kekerasan, kebengisan yang tak pernah mengenal akhlak dan kasih sayang, tentunya pengikutnya pun demikian.., orang-orang yang keras dan di Tarbiyah dengan kekerasan dan kekejaman, mereka orang-orang yang beridolakan manusia-manusia yang bengis dan tak mengenal kasih sayang.. Nah.. mereka itulah tentunya calon-calon pasukan Dajjal.
Read More…

Categories